Back to 10 Maret 2020
Ini sudah hari keberapa aku melalaikan kewajiban ku dalam menjalankan revisi
Aku kecewa. Entah pada siapa. Tinggal satu langkah lagi menuju sidang skripsi. Tapi dosen pembimbing ku malah menyuruh ku membetulkan abstrak. Beliau juga tidak lupa membenahi bagian bagian deskriptif responden. Aku mentok. Kertas kertas revisi itu aku buang dari otak ku. Aku lempar semuanya. Aku tinggal sehari lagi. Pikirku. Kenapa dosen pembimbing ku malah memberikan tugas yang sulit. Aku seperti pembuluh darah yang dilebarkan lebih tepatnya dipaksa lebar. Aku tidak kuat menahan beban ini .Meskipun aku tau orang orang akan mengaggmen ku bodoh. Bodoh karena satu hari lagi satu langkah lagi menuju sidang skripsi
Aku kecewa. Entah pada siapa. Tinggal satu langkah lagi menuju sidang skripsi. Tapi dosen pembimbing ku malah menyuruh ku membetulkan abstrak. Beliau juga tidak lupa membenahi bagian bagian deskriptif responden. Aku mentok. Kertas kertas revisi itu aku buang dari otak ku. Aku lempar semuanya. Aku tinggal sehari lagi. Pikirku. Kenapa dosen pembimbing ku malah memberikan tugas yang sulit. Aku seperti pembuluh darah yang dilebarkan lebih tepatnya dipaksa lebar. Aku tidak kuat menahan beban ini .Meskipun aku tau orang orang akan mengaggmen ku bodoh. Bodoh karena satu hari lagi satu langkah lagi menuju sidang skripsi
Komentar
Posting Komentar