Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Kekecewaan ku

Bagi sebagian orang Identitas itu penting Bagi sebagian orang Kerapihan ketataan letak, sinkronisasi Semua itu segalanya Aku benci mereka berpikir seperti itu. Judul skripsi yang negatif bukan berarti dia sedang dalam kondisi itu. Dosen pembimbing yang selalu terlihat baik dikelas, belum tentu seperti orang tua saat membimbing. Tidak. Sesuatu itu, tidak seperti kelihatan nya. Memang judul skripsi ku tentang stres, tapi bukan berarti stres yang seperti itu. Semua dosen dosen tidak mau mengurusiku. Ada dosen bernama Astri sangat membuat ku sakit hati. Bukan saja dia tidak bertanggung jawab. Tapi dia yang membuat ku berada diujung kesialan. Banyak sekali hal yang tidak aku suka ADA PADA DIRINYA. BANYAK. Banyak orang yang menilai skripsi itu kalau di kerjakan ya nanti juga selesai. Padahal tidak seperti itu. Kami harus berhadapan dengan staff yang pemalas. Bagian administrasi yang terpisah, dosen pembimbing yang sangat sibuk, dosen pembimbing yang senang dg sistem sks.

Keinginan ku

Ya Allah Izinkanlah hamba sidang skripsi bulan depan Cabutlah korona dari Bumi ini. Kembalikan kehidupan kami seperti biasa Ya Allah izinkanlah saya sidang bulan depan

Surya dan teman teman sekelas

Akhirnya. Surya memperlihatkan motifnya. Dia tidak mau membantu ku sama sekali. Iya. Memang seperti itu lah adanya. Aku hampir membalaskan dendam ku pada temen temen sekelas. Jarang sekali teman sekelas ku yang ingin aku maju. Iya jarang. Jarang sekali teman sekelas ku yang ingin aku maju. Dari dulu memang seperti itu Mereka hanya mau aku bergantung dengan mereka Bahkan beberapa dari mereka mencampakkan aku ketika aku sudah sangat bergantung pada mereka Mereka menertawakan impian ku untuk menjadi enterpreneur. Iya. Mereka menertawakan ku. Dengan kejamnya mereka renggut kehidupan indah ku sewaktu kuliah. Mereka tidak ingin aku bahagia. Mereka tidak ingin aku mengungguli mereka. Mereka hanya ingin aku seperti itu Tidak perduli sesama Tidak mempunyai ikatan emosi

Aku dan penantian

Aku sudah mengirimkan lamaran pekerjaan Dan sudah dua kali interview Dari Tahun lalu bulan juli Namun belum ada satu pun yang merekrut ku untuk bekerja Hari kemarin tepatnya Aku melamar lagi pekerjaan Mudah mudahan ada perusahaan/ seseorang yang merekrut ku untuk bekerja

Contoh skripsi

Hari ini aku meminta contoh skripsi pada Surya. Dia bertele tele sekali Aku ditanya macam macam oleh dia Ah sekalinya begitu Tapi aku masih berharap dia mau membantu ku untuk meminjamkan/ memberi skripsi nya

Back to 10 Maret 2020

Ini sudah hari keberapa aku melalaikan kewajiban ku dalam menjalankan revisi Aku kecewa. Entah pada siapa. Tinggal satu langkah lagi menuju sidang skripsi. Tapi dosen pembimbing ku malah menyuruh ku membetulkan abstrak. Beliau juga tidak lupa membenahi bagian bagian deskriptif responden. Aku mentok. Kertas kertas revisi itu aku buang dari otak ku. Aku lempar semuanya. Aku tinggal sehari lagi. Pikirku. Kenapa dosen pembimbing ku malah memberikan tugas yang sulit. Aku seperti pembuluh darah yang dilebarkan lebih tepatnya dipaksa lebar. Aku tidak kuat menahan beban ini .Meskipun aku tau orang orang akan mengaggmen ku bodoh. Bodoh karena satu hari lagi satu langkah lagi menuju sidang skripsi

Pasangan ku yang iri padaku

Kamu tuh Udah dibelain Maunya dicengin Udah disayang Dikasih perhatian Maunya digojlok Kamu tuh ya.. Kamu tuuuuh Kamu harusnya dukung Kamu pimpin organisasi Kamu kerahkan teman - teman Kamu itu punya bakat Jangan kamu sia sia in

Kekejaman mereka semua

Mereka semua kejam President direktur Projekt officer Sekretaris senior Mereka semua memisahkan aku dari orang yang aku sayang Mereka semua memisahkan aku dari teman temanku Mereka kejam

Penghianatan

Bulan September lalu aku bertemu dengan seorang anak. Aku menganggapnya sebagai anak kecil. karena memang gesture nya seperti itu. Perempuan. Namanya Natalin Shabrina. Aku banyak sekali belajar dari dia. Tapi mulai sekarang mungkin tidak. Aku tidak akan lagi bisa bertukar pikiran dengan dia. Aku tidak akan bertelefon dengan dia seperti yang kulakukan bulan lalu. Aku tidak akan lagi mengetik bersama dia. Menurut ku dia teman terbaik yang aku punya saat ini. Iya menurut ku. Tapi ternyata tidak. Dia bukan teman terbaik. Bahkan mungkin dia bukan orang baik. Dia menghianati aku. Dia merusak semua yang aku punya. dia merusak keyakinan ku. Dia merusak semangat yang aku punya.